Kisah-kisah nabi, tentunya sudah sering kita dengar dan kita
hafalkan disemasa kecil, tapi, kisah sukses para pengusaha dan para penjiwa enterpreneurship,
yang bisa mengeruk jutaan, bahkan ratusan juta rupiah perhari tentunya jarang
kita dengar..
Dibawah ini ada beberapa kiash sukses, yang mungkin dapat
memberikan cerita sukses bagi kita semua..Dan membuka mata kita untuk bangkit
dan berusaha!!!
Salah satunya adalah Susi Pudjiastuti, potret sukses
pengusaha wanita tanpa jalur pendidikan formal. Merasa sekolah tidak bisa mengakomodasi keinginannya, Susi Pudjiastuti
memilih drop out saat kelas dua SMA dan bekerja di pelelangan ikan di
Pangandaran, Jawa Barat. Pilihan nekadnya ini, ternyata mampu mengantarkan
nasibnya menjadi juragan ekspor ikan beromzet milyaran rupiah per bulan dan
pemilik dari maskapai penerbangan Susi Air dengan 12 pesawat Cessna Grand
Caravan, hanya dengan modal awal 750 ribu rupiah.
Pada tahun 2000,
Susi membuat terobosan baru bidang pengangkutan ikan, yaitu dengan pesawat
terbang untuk mempercepat pengangkutan ikan segar.
Tekad yang keras
untuk menjadi pengusaha juga menghinggapi benak Budiyanto Darmastono. Lulusan
D3 Akuntansi UGM yang berasal dari keluarga guru ini, tak puas bekerja sebagai
pegawai bidang akuntansi, dengan penghasilan yang menurutnya “hanya
begitu-begitu saja”.
Bersama istrinya,
Budiyanto terus berpikir keras mencari-cari bidang usaha yang cocok dan bisa
dikerjakan berdua. Ide bernas pun mampir di pikirannya saat menyadari, bahwa
bisnis kurir sangat potensial. Perusahaan di bidang usaha courier service juga
masih sedikit dan sebagian besar dikerjakan secara manual.
Bermodalkan uang
24 juta hasil meminjam saudara dan temannya, Budiyanto menyewa sebuah rumah
kontrakan untuk dijadikan kantor bernama PT. NCS. Gagasan briliannya saat itu
adalah mengandalkan 2 komputer untuk mempercepat sistem database dan pelaporan.
“Saat itu saya lihat dari sejumlah perusahaan kurir, masih memakai sistem
manual. Maka saya berpikir bahwa sistem computerized pasti akan lebih cepat,
tepat dan dipercaya klien” ujar Budiyanto.
Saat ini, berkat
kerja keras dan komitmen menjaga kepercayaan para klien, PT. NCS telah memiliki
3000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet sekitar 9 miliar
rupiah per bulan.
Sementara
keputusan untuk tidak mengikuti jalur “mainstream” sarjana saat ini, yaitu
menjadi karyawan selulus kuliah, mendorong empat sekawan dari Yogyakarta
memilih berwiraswasta. Eko Yulianto, Fath Aulia Muhammad, Asyari Tamimi dan
Febri Triyanto tak malu-malu memulai usaha berjualan stick singkong goreng. Bermodalkan
sebuah gerobak berwarna merah kuning bermerk Tela-tela, mereka berempat mampu
menarik konsumen penyuka cemilan gorengan.
Obsesi mereka
mengangkat derajat singkong supaya “selevel” dengan cemilan impor, juga
didorong alasan untuk memberdayakan para petani singkong. Pengalaman
berlari-lari mendorong gerobak sambil menenteng wajan berisi minyak goreng
karena dikejar-kejar Satpol PP saat pertama kali berjualan, tak mematahkan
semangat mereka. Hanya dalam waktu 2 tahun, sekitar 1200 outlet Tela-tela di
seluruh Indonesia, telah memberikan omzet bagi 4 sekawan ini 2-3 Miliar per
bulan.
Berawal pada hobi
bermain skateboard, mendorong Rizky Yanuar dan 2 temannya membuat sendiri kaos,
jaket dan aksesoris bernuansa komunitas skateboard pada 1998. Bermodalkan uang
patungan sebesar 200 ribu rupiah, mereka bertiga memproduksi sendiri jaket dan
kaos bermotif skateboard.
Kegiatan yang
awalnya hanya sebagai hobi itu, ternyata terus berlanjut hingga mereka lulus
kuliah. Promosi lewat mulut ke mulut kepada sesama komunitas skateboard,
berkembang ke jalur distro dan akhirnya memiliki sebuah toko showroom khusus berbendera
Ouval Research. Ketekunannya untuk bertahan di segmen khusus anak muda,
dibarengi inovasi dalam segi desain secara terus menerus, membuahkan 4 outlet
di Bandung dan Jakarta, serta 100 distributor di seluruh Indonesia yang
mengalirkan omzet 1-2 miliar per bulan.
Semoga kisah-kisah
diatas bisa menjadi inspirasi anda dan membuka hati anda untuk banagkit dan
berusaha!!!
Sumber : http://arinet.wordpress.com | Ditulis pada 28
Maret, 2008 oleh arinet